Menyemai Kekuatan Sejak Dini: Pasanggiri ASAD Usia Dini Cetak Generasi Tangguh di Gunung Tujuh
Kerinci – Padepokan Pencak Silat Bengkolan Dua, Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci, bergema dengan teriakan semangat dan hentakan langkah tegas pada Minggu (14/12). Ratusan pasang mata penuh konsentrasi dari para Calon Pendekar ‘Usia Dini’ PERSINAS ASAD memenuhi gedung dalam acara Pasanggiri Usia Dini se-Kecamatan Gunung Tujuh. Kegiatan ini tidak sekadar festival bela diri, melainkan sebuah evaluasi holistik dan ajang pencarian bakat bagi generasi penerus pencak silat.
Acara yang digagas oleh warga ASAD setempat ini bertujuan mendidik anak-anak usia dini untuk memiliki bekal ilmu bela diri sebagai bentuk perlindungan diri, sekaligus mengenalkan mereka pada nilai-nilai disiplin dan mental pantang menyerah. Pasanggiri dibuka secara resmi oleh Dewan Pembina Kecamatan PERSINAS ASAD Gunung Tujuh, H. Iman Thohari.
Dalam sambutannya, H. Iman menekankan bahwa ilmu bela diri adalah bagian dari keterampilan hidup di era modern. “Era sekarang menuntut kita semua untuk waspada dan mampu menjaga diri. Pasanggiri ini adalah program prioritas. Saya sangat mengapresiasi antusiasme warga ASAD usia dini,” ujarnya.
Ia melanjutkan, “Dengan bekal bela diri, kita ingin ke depannya mereka tidak menjadi pihak yang rentan, tetapi justru tumbuh sebagai pribadi yang kuat secara mental, percaya diri, dan mampu menghadapi berbagai situasi. Ini adalah investasi karakter sejak dini.”
Ardian Destiawan, selaku Koordinator Pelatih dan Penanggung Jawab kegiatan, menjelaskan bahwa event ini merupakan puncak dari proses latihan berjenjang yang telah dijalani di setiap Padepokan.
“Ini adalah bukti bahwa semangat Pendekar cilik kita luar biasa. Mereka berlatih dengan tekun bukan hanya untuk menjadi trampil, tetapi untuk menguasai keterampilan dasar yang dapat menjadi modal menyelamatkan diri,” papar Ardian.
Ia menegaskan bahwa tujuan utamanya adalah membekali setiap generasi muda ASAD dengan kemampuan yang memadai. Lebih dari itu, Ardian berharap kegiatan ini menjadi tradisi yang terus menyala.
“Kami berharap semangat ini tidak berhenti di sini. Beladiri adalah tentang disiplin, kesehatan, dan kesiapsiagaan. Nilai-nilai inilah yang ingin kami tanamkan melalui jalur olahraga dan seni budaya pencak silat,” tambahnya.
Pasanggiri Usia Dini yang perdana di Kabupaten Kerinci ini sukses menampilkan berbagai jurus dan pola langkah dari puluhan peserta. Setiap penampilan dinilai tidak hanya berdasarkan teknik, tetapi juga keberanian, konsentrasi, dan fisik diatas matras. Antusiasme orang tua dan masyarakat yang menyaksikan menjadi bukti bahwa kegiatan ini menyentuh kebutuhan nyata.*
Editor :Wanito
Source : Humas Persinas ASAD Jambi