Perempuan dan Masa Depan Kepemimpinan di Tanjab Barat
JAMBISIGAPNEWS, JAMBI – Aktivis Sosial Kerakyatan, Christian Napitupulu, menyoroti peran perempuan dalam kepemimpinan daerah. Menurutnya, Kabupaten Tanjung Jabung Barat sudah layak dipimpin oleh perempuan mengingat berbagai persoalan sosial yang belum terselesaikan.
Christian menyebut data BPS menunjukkan persentase kemiskinan di Tanjab Barat berada pada kisaran 9,54 persen hingga 9,67 persen dari total penduduk atau setara 33 ribu jiwa. Tingkat stunting tercatat 6,65 persen, sementara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) mencapai 3,12 persen.
"Perempuan memiliki perspektif lebih detail dalam isu pendidikan, kesehatan, perlindungan anak, dan pelayanan publik. Ketika mereka terlibat dalam proses kebijakan, hasilnya lebih inklusif dan berdampak langsung pada masyarakat," ujar Christian.
Ia menilai hampir 30 tahun kepemimpinan Tanjab Barat didominasi laki-laki dan hanya berfokus pada pembangunan fisik. Menurutnya, pembangunan belum menyentuh hingga ke tingkat sosial kemasyarakatan.
Peran perempuan dalam demokrasi dan politik lokal di Indonesia terus meningkat dalam satu dekade terakhir. Keterlibatan perempuan kini terlihat di tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten dan kota.
Kebijakan afirmatif pemerintah, seperti aturan 30 persen keterwakilan perempuan, membuka ruang lebih luas bagi perempuan sebagai pengambil keputusan dan pemimpin lokal. Di berbagai wilayah, perempuan menempati posisi penting seperti anggota DPRD, kepala OPD, hingga kepala desa.
Namun, budaya patriarki dan minimnya pendidikan politik masih menjadi tantangan. Masyarakat tradisional masih memandang kepemimpinan sebagai ranah laki-laki, terutama di pedesaan.
Di Provinsi Jambi, baru dua wilayah yang pernah dipimpin perempuan, yakni Kabupaten Muaro Jambi dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Christian berharap ke depan Tanjab Barat dapat menjadi wilayah ketiga yang dipimpin oleh perempuan.*
Editor :Wanito