Demi Buktikan Diri ke Ayah, Bocah 11 Tahun Ini Bayar Sendiri Tiket Emas di Siginjai Championship 2
JAMBISIGAPNEWS | Jambi – Dunia pencak silat Jambi baru saja menyaksikan kisat heroik dari seorang pesilat PERSINAS ASAD di Padepokan Tawakkal, Kota Jambi. Diusia belia, M. Abdillah Fawaz, pesilat muda kelahiran Kota Jambi, 12 Januari 2013, sukses menyabet medali emas dalam kejuaraan Siginjai Championship 2, Jumat (1/5). Bertanding di Kelas G Pra Remaja kategori tanding, putra ketiga pasangan Erwin Susalit dan Miema Atna ini menang telak, bukan hanya atas lawan, tetapi juga atas keraguan orang terdekatnya.
Perjuangan Fawaz tidak biasa. Di usianya yang baru menginjak 11 tahun, ia nekat membiayai sendiri uang pendaftaran turnamen. Keputusan itu lahir karena sang ayah awalnya melarang keras putranya naik ke gelanggang. "Ayah Fawaz khawatir, tidak percaya kalau Fawaz punya bakat pesilat. Apalagi harus tanding. Makanya Fawaz nekat membuktikan, dan atas izin Allah, usaha itu membawa pulang emas. Alhamdulillah," ujar Miema, sang bunda, dengan mata berkaca-kaca usai pertandingan.

Demi mewujudkan mimpi membanggakan kedua orang tua, Fawaz mengubah total rutinitasnya dua minggu menjelang laga. Sang bunda menceritakan, anaknya yang biasanya gemar bermain bola, dengan rela mengesampingkan hobi itu. Pagi hari ia jogging, sore hari latihan keras bersama rekan-rekan pesilat lainnya di bawah arahan pelatih PERSINAS ASAD, Coach Yudistira.
"Semangatnya luar biasa. Sampai uang daftar pun dari hasil tabungannya sendiri. Karena ayah dari awal tidak mengizinkan, dia ingin membuktikan bahwa dia bisa," tambah Miema.
Di balik medali emas itu, ada sosok kakak sulung, Hanum Aulia Imbarrori, yang menjadi pahlawan tanpa tanda jasa. Selama masa persiapan, Hanum lah yang setia mendampingi Fawaz berlatih, mengatur pola makan, hingga memastikan adiknya dalam kondisi prima. Bagi Fawaz, dukungan sang kakak adalah suntikan energi paling berharga.
Kisah Fawaz menjadi pengingat bahwa bakat seringkali lahir dari keberanian, dan restu kadang harus dijemput dengan kerja nyata. Kini, suporter paling sibuk di tribun bukan lagi siapa-siapa, melainkan kedua orang tuanya yang tak berhenti memeluk leher putranya.*(ARS).
Editor :Wanito
Source : Persinas ASAD Jambi