Kemenag Jambi Apresiasi LDII, Bedah Buku Jadi Sarana Perkuat Moderasi Beragama

Jambi (30/8). Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jambi di seputaran Telanaipura, Kota Jambi, menjadi pusat dialog konstruktif dalam kegiatan bedah buku “Nilai-nilai Kebajikan Dalam Jamaah LDII” karya Dr. Ahmad Ali, MD, MA.
Acara yang digelar pada Sabtu (30/8) itu dihadiri sekitar 100 peserta dari berbagai unsur pemerintah, TNI, Polri, organisasi keagamaan dan kemasyarakatan, perguruan tinggi, serta pengurus DPD LDII se-Provinsi Jambi ini bertujuan membangun perspektif objektif melalui kajian literasi.
Dalam sambutannya, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Provinsi Jambi, Rahmat Nuruddin, S.Kom., menyatakan bahwa buku ini diharapkan mampu memberikan hikmah berharga dan nilai-nilai positif yang dapat diteladani oleh siapapun, dari komunitas manapun.
“Nilai-nilai kebajikan tersebut diharapkan membawa kemaslahatan dan keberkahan dengan konsep Islam rahmatan lil ‘alamin, islam mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam semesta, yang penting untuk memperkokoh ukhuwah islamiyah demi kemajuan bangsa," terangnya.
“Buku yang kita bedah hari ini insya Allah menjadi salah satu sarana untuk memperluas pemahaman masyarakat tentang praktik kebajikan dalam LDII. Mudah-mudahan stigma negatif yang masih melekat bisa terkikis dengan hadirnya pengetahuan yang lebih objektif,” tambah Rahmat.
Acara secara resmi dibuka oleh Kakanwil Kemenag Provinsi Jambi melalui Kabid Urusan Agama Islam (Urais), Fatahudin, M.Fill.I. Ia menekankan pentingnya moderasi beragama di di Indonesia yang majemuk.
“Upaya yang dilakukan LDII melalui kegiatan ini patut diapresiasi. Karena dari sinilah akan lahir pemahaman lebih dalam tentang bagaimana nilai kebajikan bisa diterapkan dalam kehidupan beragama maupun bermasyarakat,” kata Fatahudin.
Dalam paparannya, ia menjelaskan empat indikator moderasi beragama: toleransi, anti kekerasan, komitmen kebangsaan, dan akomodatif terhadap budaya lokal.
Keunikan dan kekuatan buku ini, seperti banyak disinggung dalam diskusi, terletak pada proses risetnya yang panjang dan mendalam yang dilakukan oleh penulisnya, Dr. Ahmad Ali, yang bukan berasal dari internal LDII. Hal ini dianggap memberikan sudut pandang yang lebih objektif dan ilmiah untuk menjawab berbagai narasi yang berkembang di masyarakat.
Selain pemaparan materi, acara juga diwarnai diskusi interaktif dimana peserta dapat menyampaikan pendapat mengenai pesan, gaya penulisan, dan nilai-nilai dalam buku. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menambah wawasan tetapi juga membudayakan literasi dan pola pikir kritis, khususnya di kalangan generasi muda.
Bedah buku ini tidak sekadar menjadi ajang diseminasi sebuah karya tulis, melainkan sebuah lompatan signifikan dalam merajut ukhuwah kebangsaan. Dengan membuka diri pada dikursus publik yang transparan dan berbasis riset, LDII Jambi tidak hanya sukses mematahkan stigma negatif melalui kekuatan argumen, tetapi juga menegaskan posisinya sebagai mitra konstruktif pemerintah dalam merawat mozaik moderasi beragama dan memperkuat pondasi Negara Kesatuan Republik Indonesia.(ARS/*).
Editor :Wanito
Source : LDII Jambi