Bukan Sekadar Janji! FWTZM Tagih Komitmen Kanwil HAM Jambi soal Zona Merah Pertamina
JAMBISIGAPNEWS.CO.ID, JAMBI – Forum Warga Tolak Zona Merah (FWTZM) mempertanyakan komitmen Kantor Wilayah Hak Asasi Manusia (Kanwil HAM) Jambi dalam membantu masyarakat yang terdampak pemblokiran Zona Merah Pertamina Jambi. Hingga Senin (12/10/2026) malam, FWTZM menilai belum ada tindakan nyata yang dirasakan warga, meski sebelumnya pihak Kanwil HAM disebut telah menjanjikan bantuan.
Hal tersebut disampaikan dalam konferensi pers FWTZM yang digelar di Posko FWTZM Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi, Senin malam.
LBH FWTZM, Endang, mengatakan pihaknya mempertanyakan sejauh mana tindak lanjut komitmen Kanwil HAM Jambi dalam membantu masyarakat yang terdampak persoalan Zona Merah Pertamina.
Menurut Endang, masyarakat membutuhkan langkah konkret, bukan sekadar janji. Terlebih, Kanwil HAM Jambi disebut pernah membuka posko pengaduan bagi warga terdampak.
“Kanwil HAM jangan sekadar omon-omon. Kalau memang mau membantu warga, harus ada tindakan nyata. Apalagi mereka sudah pernah membuka posko pengaduan,” tegas Endang.
Ia berharap persoalan yang dihadapi masyarakat tidak dibiarkan berlarut-larut tanpa kejelasan. Menurutnya, warga membutuhkan kepastian dan penyelesaian yang benar-benar dapat dirasakan.
Sementara itu, Suhatman menegaskan bahwa persoalan tersebut menyangkut kepentingan banyak masyarakat yang membutuhkan perhatian serius dari pihak terkait.
Ia menyebutkan, terdapat lebih dari 5.000 sertifikat milik warga yang terdampak pemblokiran Zona Merah Pertamina. Kondisi tersebut, menurutnya, memerlukan penanganan khusus agar persoalan yang dihadapi masyarakat dapat segera diselesaikan.
“Jangan mempermainkan hati masyarakat. Ada lebih dari 5.000 sertifikat milik warga yang terdampak pemblokiran Zona Merah Pertamina. Ini perlu penanganan khusus agar cepat diselesaikan,” ujar Suhatman.
FWTZM Siap Gelar Aksi Damai 17–20 Oktober
Di sisi lain, Koordinator Lapangan (Korlap) FWTZM, Asep, menyatakan bahwa pihaknya bersama masyarakat akan menggelar aksi damai pada 17–20 Oktober 2026 mendatang.
Aksi tersebut menjadi salah satu bentuk perjuangan warga untuk menyuarakan tuntutan keadilan sekaligus mendorong adanya penyelesaian konkret terhadap persoalan Zona Merah Pertamina yang mereka hadapi.
Asep mengatakan, dalam aksi mendatang, para srikandi FWTZM akan tampil di barisan depan untuk menyuarakan aspirasi masyarakat.
“Sampai kapan pun saya dan teman-teman akan selalu berjuang menuntut keadilan ini,” tegas Asep.
Melalui konferensi pers tersebut, FWTZM berharap pihak-pihak terkait, khususnya Kanwil HAM Jambi, dapat memberikan kejelasan mengenai tindak lanjut pengaduan warga serta langkah konkret untuk menangani persoalan pemblokiran sertifikat yang disebut berdampak pada ribuan masyarakat.
FWTZM menegaskan akan terus memperjuangkan aspirasi warga melalui langkah-langkah damai hingga ada kejelasan dan penyelesaian atas persoalan yang mereka perjuangkan.(Rosyid).
Editor :Wanito