Tembus 140 Titik! Latihan Serentak PERSINAS ASAD Jambi Satukan Ribuan Pesilat
Jambi - Latihan seni bela diri PERSINAS ASAD se-Provinsi Jambi berlangsung serentak pada Senin malam (31/8/2026). Kegiatan yang diikuti keluarga besar PERSINAS ASAD dari berbagai daerah tersebut terhubung secara daring melalui Zoom Meeting dan terpantau di lebih dari 140 titik.
Kegiatan dipusatkan dari studio utama Pondok Pesantren Tawakal Jambi. Selain menjadi ajang meningkatkan kemampuan dan kebugaran, latihan serentak ini juga menjadi momentum mempererat kebersamaan, membangun karakter, serta menanamkan kesadaran bahwa menjaga kesehatan merupakan bagian dari ikhtiar dalam menjalankan kehidupan dan ibadah.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Ketua Pengprov PERSINAS ASAD Jambi, H. Wahyudi, SE. Dalam sambutannya, ia berharap latihan bersama tersebut dapat meningkatkan motivasi para pesilat untuk semakin giat berlatih dan mengembangkan kemampuan seni bela diri.
“Kami berharap acara ini dapat menjadikan kita termotivasi agar semakin semangat berlatih ilmu seni bela diri,” ujar Wahyudi.
Ia juga mengingatkan bahwa kemampuan seorang pesilat tidak cukup hanya diukur dari penguasaan teknik. Menurutnya, karakter dan sikap menjadi bagian penting yang harus melekat pada setiap anggota PERSINAS ASAD.
“Nomor satu adalah attitude, karakter yang baik, budi pekerti yang luhur. Pesilat PERSINAS ASAD terkenal memiliki karakter yang baik dan santun di gelanggang,” katanya.
Usai pembukaan, Dewan Penasihat DPW LDII Provinsi Jambi, KH Nur Hamid Hadi, S.Pd., diundang secara khusus untuk memberikan motivasi dan arahan kepada peserta secara daring. Ia menekankan bahwa latihan silat tidak semata-mata berkaitan dengan olahraga atau kemampuan fisik, tetapi dapat menjadi bagian dari ibadah apabila dilakukan dengan niat yang benar.
“Termasuk latihan silat bersama malam ini adalah bagian dari ibadah, karena merupakan salah satu upaya menjaga kesehatan sehingga kita tetap semangat dalam beribadah dan bekerja,” ujarnya.
Menurut KH Nur Hamid, menjaga kebugaran tubuh merupakan bentuk ikhtiar yang penting. Dengan kondisi fisik yang sehat dan kuat, seseorang akan lebih leluasa menjalankan berbagai aktivitas, termasuk beribadah dan memberikan manfaat kepada orang lain.
Ia juga mengingatkan para pesilat agar memahami arti kekuatan secara lebih luas. Kekuatan tidak hanya tercermin dari kemampuan menghadapi lawan di gelanggang, tetapi juga dari ketangguhan hati, kesabaran, serta kemampuan mengendalikan hawa nafsu.
“Orang yang beriman adalah orang yang baik. Orang yang kuat dan penuh semangat adalah orang yang paling dicintai karena lebih bersemangat dalam beribadah. Kekuatan iman juga tercermin dari kuatnya fisik dan kesabaran dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan,” jelasnya.
Pesan tersebut menjadi penekanan bahwa seni bela diri seharusnya membentuk pribadi yang mampu mengendalikan diri. Kemampuan fisik yang diperoleh melalui latihan hendaknya tidak digunakan untuk kesombongan atau mencari pertikaian, melainkan untuk menjaga diri dan memberikan manfaat bagi lingkungan.
Di penghujung arahannya, KH Nur Hamid Hadi mengingatkan seluruh peserta untuk selalu meluruskan niat dalam setiap aktivitas. Ia mengutip makna hadis Rasulullah SAW bahwa nilai suatu amal sangat bergantung pada niat yang menyertainya.
“Sesungguhnya segala sesuatu amalan itu tergantung niat. Jika latihan malam ini diniatkan untuk menjaga kesehatan agar dapat lebih optimal dalam beribadah, maka insyaallah latihan tersebut menjadi amal kebaikan yang bernilai pahala,” tuturnya.
Latihan serentak PERSINAS ASAD se-Provinsi Jambi yang terhubung dari lebih dari 140 titik tersebut pun berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Meski dilaksanakan secara daring, para peserta tetap dapat mengikuti kegiatan secara serentak dari tempat masing-masing.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang untuk meningkatkan kebugaran dan keterampilan bela diri, tetapi juga memperkuat sinergi dan ukhuwah di antara keluarga besar PERSINAS ASAD dengan LDII Jambi. Nilai kedisiplinan, sportivitas, pengendalian diri, kesehatan, dan pembentukan karakter menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari latihan.
Melalui kegiatan tersebut, PERSINAS ASAD Jambi menunjukkan bahwa seni bela diri dapat menjadi sarana membangun generasi yang sehat secara jasmani, kuat secara mental, serta memiliki karakter dan budi pekerti yang luhur.*(ARS).
Editor :Wanito
Source : Persinas ASAD Jambi